Bunda sayang? sepertinya saya jauh dari yang diharapkan. Tapi melalui kelas ini saya tetap berusaha untuk belajar komunikasi produktif, dan ingin menjadikannya habbit.
Jika ingin naik level, pastilah tantangan juga bertambah. Lebih banyak hal menarik yang akan dihadapi,kali ini saya ingin membagikan alira rasa yang saya alami selama tantangan 10hari komunikasi produktif yang lalu.
1. Komunikasi dengan diri sendiri
Selama ini,sering mulut saya berhiaskan kalimat negatif, memaksakan, emosi, dan banyak lainnya. Saya terkadang perlu waktu untuk berdamai dengan diri, mencari ketenangan agar saya bisa lebih mengontrol apa yang akan saya sampaikan. Namun tidak jarang juga saya mengalami kebingungan dengan diri saya sendiri, ekspektasi yang terlalu tinggi,memaksakan diri untuk berbuat lebih yang pada akhirnya menimbulkan stres yang berefek terhadap efektifitas komunikasi saya pada keluarga. Saat mengikuti tantangan 10 hari,saya merasa punya 'rem pakem', tapi sayangnya setelah 10hari lewat, saya agak sedikit lupa,kadang 'keceplosan' juga..
2. Komunikasi dengan pasangan
Keadaan ekonomi yang sedang turun tajam di keluarga saya sering membuat stres saya dan suami,emosi yang labil. Seringkali kami berdebat kusir untuk masalah yang sama sekali tidak penting,awalnya saya sering meledak-ledak meluapkan amarah kemudian diam sama sekali,pada akhirnya rasa 'kecewa dan jengkel semakin bertumpuk seperti bom waktu. Saya ajak suami saya untuk mengevaluasi bagaimana cara berkomunikasi kami agar lebih baik, saya coba dari hati ke haati,mencari saat dia tenang,dengan sedikit canda gurau,alhamdulillah saya bisa berkomunikasi dengan lebih baik,saling mengutarakan apa yang dirasakan. Jika saya sedang marah,saya diam beberapa saat,menunggu saat saya tenang dan saya sampaikan semua yang saya rasakan pada suami saya. Alhamdulillah,sekarang kami jadi lebih kompak,bisa bekerja sama,saling mendukung disaat terpuruk seperti ini.
3 Komunikasi dengan anak
Putra pertama saya bernama Abiem,umur 4,5tahun dan putri kedua saya bernama alika berumur 2,3tahun. Alhamdulillah dikaruniai anak yang sehat,cerdas dan berkepribadian unik.
setelah saya mempelajari materi di bunda sayang ini, saya berusaha berkomunikasi dengan lebih lembut,lebih baik.
Sering kali komunikasi dengan mereka dihiasi dengan nada tinggi,perintah,emosi,dan masih banyak lagi. Saya memiliki ketakutan sendiri tidak mampu mendidik dan memberikan bekal untuk hidup mereka kelak. motivasi utama saya ikut iip dulu, saya ingin ketularan menjadi lebih baik,lebih lembut,lebih sabar. komunitas ini berbeda dengan komunitas yang pernah saya ikuti,disini anak2 diberikan kebebasan untuk berekspresi dan kreatif. Saya berusaha menahan diri dari semua sikap negatif yang sering saya lakukan. intinya saya
jadi berpikir sebelum bertindak dan berbicara.
winda priharjayaningrum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar